Monday, June 07, 2010

Suluk mah lain ku hayu,
suluk mah lain ku haling,
suluk mah lain ku geura,
suluk mah lain ku mending,
suluk mah lain ku pangajak,
suluk mah lain ku panarik...

Suluk mah lakuning laku,
Laku kretegan ati,
Raga nu nandangan enya,
Kana untung kana rugi,
Lakar salah jeung nyalahan,
Rasa manehna pribadi
(Hasan Mustopa)

tx to rezha - 2010

Monday, January 18, 2010

Anakku...

maafkan ibumu...
pernah seorang sahabat ibumu bertanya : 'kenapa kamu pergi meninggalkan anakmu..?'
entah kenapa ibumu ini tidak bisa menjawab seketika itu juga.
Mungkin dia benar...seharusnya ibumu tidak pergi.
Memang tidak mudah bagi ibumu untuk menjawabnya.
Dan kamu tahu anakku, pertanyaan itu setiap saat mengusikku...
Ibumu berharap suatu saat kamu mengerti
Mungkin, ibumu ini hanya mengikuti jalan yang terbentang dan mengikutinya..
Mungkin ibumu ini masih berusaha mencari jawaban-jawaban yang kelak akan kau pertanyakan dan takut tak bisa menjawabnya (Seperti yang senantiasa... kau tanyakan pada ibumu).
Atau mungkin ibumu ini hanya mementingkan dirinya sendiri saja.
dan bisa jadi ibumu bukanlah ibu yang baik untukmu..
Mungkin seharusnya ibumu tetap tinggal dan ada disisimu
Ya disini ibumu berpikir mungkin seharusnya ibumu tidak pergi...


Anakku...
Tak terbilang dalam setiap hela napas, ibumu mengingat semua waktu bersama kita.
Saat sebelum tidur kau, mendengarkan kisah tentang si air, si kayu, si pohon, si langit, si pasir, si tanah. Dan dengan tidak sabar menunggu hari esok untuk mendengar kelanjutannya.
Saat kau bertanya, Tuhan ada dimana bu..
Saat kita mandi hujan bersama di halaman belakang rumah kuricang, mencari si Kukuy, kura-kuramu yang selalu menari ditengah hujan.
saat kau menangis karena mainanmu rusak
saat kau menggambar warna warni diatas kertas putihmu..
saat kau menggigil demam saat kau sakit
saat kau teriak-teriak melihat kucingmu si Kuskus melintas
saat diam-diam kau menyanyi-kan sebuah lagu karena kau terlalu malu untuk didengar ibumu sendiri.

Anakku
Yang bisa kulakukan saat ini hanyalah berdoa dan bersabar
semoga sang Rabb senantiasa menjagamu, dan menjaga sinar didalam hatimu tetap menyala

amien


maafkan ibumu...
tak lama kita akan bersama lagi.

masih kuingat, terakhir kali kita saling memandang, kamu hanya bisa berkata, “ambu... nakal! (ya. Abil...ambu-mu nakal...)

(untuk Langit Alif Nabiil anakku, North Hollywood, Jan2010)

Thursday, January 14, 2010

kulihat orang selamatkan diri
untuk apa
selain dirinya sendiri
seorang guru berkata, bukan damai yang dia cari
tapi nyaman yang takut pergi
(north hollywood,jan 2010)